Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2016

Pojok Pustaka : Mengapa Berteriak ?

 Diceritakan ulang oleh : Didik Setiabudi

Ketika bunda Teresa memandikan anak gelandangan di tepi sungai Gangga, Ia melihat ada keluarga yg sedang bertengkar, saling berteriak. 

Ia berpaling ke murid-muridnya & bertanya: 
"Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah?" tanya bunda Teresa.

Salah satu menjawab: "Karena kehilangan sabar, kita berteriak."

"Tetapi, kenapa harus berteriak pada orang yg ada di sebelahmu? Kan, pesannya bisa juga sampai dengan cara halus?" tanyanya kembali.

Murid-murid saling adu jawaban namun tidak ada satu yang mereka sepakati.

Selasa, 23 Februari 2016

My Diary : Ketika Ketulusan Berbicara

Reposted by Didik Setiabudi


Hingga hari ini,  Jackie Chan tidak hanya sekedar superstar kungfu, namun dia juga seorang bintang dalam bidang kemanusiaan.

Pernah ada yang bertanya pada Jackie Chan,

“Selebritis melakukan kegiatan kemanusiaan apa bukan demi tebar pesona, apakah ada kebohongan (di baliknya)?”

Pertanyaan yang sangat menusuk, Jackie Chan pun menjawabnya dengan lugas, 
“Ada kebohongan! Saya memulainya dari kebohongan.”

Rabu, 30 Desember 2015

My Diary : BERANI MENGAMBIL KEPUTUSAN

Seorang petani mempekerjakan seorang pria dan memintanya memotong kayu. Sebelum siang, petani itu pergi untuk melihat bagaimana dia bekerja. Ia terkejut karena semua kayu sudah terpotong dengan baik dan cepat.

Hari berikutnya, 
petani itu memberitahu agar dia menumpuk kayu-kayu itu di gudang

Pekerjaan ini menuntut banyak tenaga dan petani itu menduga ia pasti tidak akan mengerjakannya secepat hari kemarin. Tetapi nyatanya, sebelum sore tiba tugas itu sudah di selesaikannya dengan rapi.

Rabu, 16 Desember 2015

My Diary : What Am I ?

Suasana di sebuah sudut kantor pada suatu siang di akhir bulan,
di sudut marketing department,

sudut yang paling stress,
paling sibuk,
paling berisik,
paling kumuh,
sekaligus paling dihormati karena di sinilah ujung tombak sebuah perusahaan.

Nggak bisa diingkari lagi
Sebaik apapun program nya
Setajam apapun perencanaannya
Secanggih apapun produknya

Tanpa bagian yang satu ini
Sebuah industri nggak akan berjalan lama, sobat

Diakui apa nggak
Pemasaran, atau marketing ini,
Dengan segala strategi dan kreativitasnya
Adalah penentu keberhasilan sebuah perusahaan

Sebut saja Blackberry
Begitu kental dalam ingatan ini ketika pertama kali Blackberry Messanger diluncurkan, kawan !

Nggak perlu pulsa !
Bisa kirim foto !
Bisa kirim lagu !
Bisa kirim gambar !
Bisa.... bisa... bisa.....

Rabu, 02 Desember 2015

Pojok Pustaka : Pria itu Meludahi Buddha


Dikisahkan ulang oleh : Didik Setiabudi
( nyanabhadra)

Suatu hari,
Buddha sedang duduk santai berbincang-bincang dengan beberapa muridnya, bercakap-cakap sambil menikmati rimbunnya teduh di bawah pohon. 

Terlihat dari jauh ada seorang pria asing berjalan menuju arahnya.
Setibanya di hadapan Buddha, tanpa menguncapkan sepatah katapun dia langsung meludahi wajah Buddha.

Suasana tiba-tiba sunyi-senyap, Buddha spontan menarik jubah bagian bawahnya untuk membersihkan wajahnya, lalu bertanya,

“Lalu, apa yang ingin engkau sampaikan?” 

Beberapa bhante yang berada disamping Buddha kontan bereaksi keras. 
Bhante Ananda langsung angkat bicara,

“Ini benar-benar keterlaluan, kita tidak boleh membiarkannya. 
Dia harus dihukum, jika dibiarkan maka, nanti semua orang akan melakukan hal serupa lagi!”

Rabu, 25 November 2015

My Sharing : Memulai Dari Yang Kecil

Inspiration Sharing dari Didik Setiabudi

Dalam satu kesempatan, menghabiskan waktu bareng Gobin Vashdev, seorang motivator , di sebuah pojok pulau Dewata,  meninggalkan kesan yang mendalam, sobat.

Kesan itulah yang membuat jemari ini bergerak untuk mengikutinya di dalam dunia maya.

Dan sebuah tulisannya sungguh menginspirasi, membuatku nggak bisa berdiam diri dan tidak berbagi kepada sesama alumnus.

Berikut adalah tulisan arek Suroboyo ini.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 18 November 2015

Kue Bulan - Budaya Leluhur Yang Terlupakan

Kue bulan ?
Mooncake ?
Wowwww.... ada resep baru nih ??
Perlu dicoba dong.....

Guys.... sorry dah mengecewakan yah.... Soalnya ini bukan tentang kue nya. Ini tentang budaya leluhur salah satu suku di tanah air, suku Tionghoa.


Satu hari,  Minggu, 27 September 2015.

Nggak banyak yang tahu, kalau malam itu, bulan purnama sedang berada di puncaknya, sahabat !
Bulan purnama paling besar dan paling terang sepanjang tahun lhoooo.....

Malam di mana saudara kita dari suku Tionghoa merayakan Mooncake Festival !

Di negaranya, hari Raya Zhong Qiu {Hok Kian : Tiong Ciu} ini, disebut juga sebagai Perayaan Pertengahan Musim Gugur, karena dirayakan pada pertengahan musim gugur, di mana saat ini para petani  merayakan hasil panen yang berlimpah.


Masih kental ingatan ini ke momentum perayaan itu puluhan tahun lalu. Ketika seluruh keluarga besar kakek berkumpul di bawah terang nya purnama, sobat.

Rabu, 11 November 2015

My Diary : HELICOPTER VIEW

Jam 5 sore
Jam yang ditunggu semua karyawan di gedung bertingkat
Time to go  home !

Dan memang harus segera pulang, karena sebentar lagi, seluruh system electricity akan shut down. Lampu akan dimatikan, AC juga. Elevator pun akan berhenti beroperasi.

Hanya lantai tertentu yang akan tetap menyala, lantai dasar tempat nongkrong para penghuni siang gedung itu, karena adanya cafe 24 jam di sana, untuk mereka yang harus menyelesaikan pekerjaannya.

Dari lantai tertinggi, penulis menerima pesan di mobile nya, dari seorang kawan di lantai 3 gedung tersebut.

"Depan masih macet. 
Gak bergerak sama sekali. Padahal nanti ada janji bisnis. Bisa kehilangan proyek nih"
 
Macet ?
Sontak penulis melongok ke luar jendela.

Hmmmmm......
memang macet sih, tapi cuman beberapa meter aja kok. Ada sedikit kecelakaan di dekat tikungan. Setelah itu, lancar jaya!

Rabu, 04 November 2015

Sebuah Warisan Generasi Sanmarita

Terinspirasi oleh : Didik Setiabudi

Sebuah tayangan televisi dari salah satu merk susu kental manis ternama akhir - akhir ini, menarik perhatian penulis.

Dibuka dengan adegan seorang nenek yang meminta bantuan cucu nya untuk melakukan sesuatu di gadget nya, yang diakhiri dengan lirikan nakal sang cucu : "Gitu aja nggak bisa"

Membuat para penonton pun tersenyum.
Bahkan mungkin juga beberapa dari kita ya guys......

Anak-anak sekarang jauh lebih memahami internet dibandingkan generasi sebelumnya lho.....
Beberapa bayi diperkenalkan dengan gadget bahkan sebelum mereka belajar jalan !!

Nggak heran, mereka "lebih dekat" dengan perangkat yang satu ini dibandingkan dengan orang-orang di sekitar mereka, bahkan dengan orang tua mereka. Mereka belajar menulis, berhitung, berpikir, bahkan berlari dengan teknologi yang satu ini.

"Sambil bermain," kilah salah satu pencipta permainan di dunia itu.
Tanpa merepotkan orang tua nya, tentu saja, gadget merupakan solusi bagi setiap keluarga muda yang nggak rela waktu mereka disita oleh sang buah hati dengan menemani mereka bermain.

Rabu, 28 Oktober 2015

Ngguyu @ International Airport

Pernahkah kamu mengalami suatu kejadian di mana saat itu terasa sangat memalukan tetapi setelah berlalunya waktu, maka kejadian itu menjadi pengalaman yang menggelikan?

Seperti misalnya : tahun 85-an pas jaman SMA waktu kamu mau apel ke cewek yang kamu
taksir...

Ehhh... di depan rumah ada bapak yang kaos singletan sedang nyuci mobil sambil cekeran alias ga pake sandal...

Dengan sok yakinnya kamu yang masih duduk di atas sepeda motor berpikir dia sopir cewekmu & bertanya
“ Pak Khamid....nonikmu ada?”

Waktu cewekmu keluar ...eeehh... dia pamit ke
Bapak itu : “Papa...eike keluar dulu sama si Boy ya?”

Atau … kalau zaman sekarang... kemungkinan malah kamu-kamu yang lagi nyuci mobil dan disangka sopir oleh calon menantumu...(khan sudah pada era mau jadi camer sekarang??? )

Rabu, 21 Oktober 2015

My Diary : For The Best Me

Dengan alasan keseimbangan, alam selalu menyediakan lawan untuk segala sesuatu, sobat.

Positif dan negatif.
Gelap dan terang
Hitam dan putih
Pagi dan malam

Dan karena hidup adalah pilihan,
semua tergantung pada kita dehhhh....

Mo milih kerja di malam hari dan tidur di siang hari, semua itu adalah hak masing-masing kita kan?!

Memilih untuk menjadi berkat atau menjadi kutuk bagi orang lain, memilih untuk dicintai atau dibenci, itupun keputusan kita.

Bahkan memilih untuk menjadi diri sendiri atau memilih untuk menjadi apa yang diinginkan orang lain, nggak ada yang salah.

Apapun pilihan kita, tentu saja, ada konsekuensi nya.

Rabu, 14 Oktober 2015

Pelajaran Sebuah Kesenangan

Memiliki hobby nge gowes sedari masa remaja dulu, ternyata mengajari penulis banyak hal, sobat.

Walau dulu terkesan urakan, suka kluyuran, nggak pernah belajar.......
Pokok yang jelek-jelek dehhhh......
Hari ini, setelah puluhan tahun, kerasa banget manfaatnya.

Temen baru, jelas !
Temen lama yang jadi akrab, banyak !
Sahabat yang jadi saudara, apalagi !!
Benar-benar hobby yang amat bermanfaat lho guys.....

Mengutip katanya wong pinter, yang nggak disangkal lagi, adalah manfaat buat kesehatan, sobat.

Mengurangi sakit punggung, karena posisi bersepeda dan gerakan kedua kaki ketika mengayuh sepeda itu dapat menstimulasi otot punggung bawah

Mengecilkan lingkar pinggang

Mengurangi resiko terkena serangan jantung sampai dengan 50%

Melatih otot dan persendian

Mengurangi berat badan

Melancarkan system pencernaan

Melatih koordinasi tubuh, pada saat memegang stang dan menyeimbangkan tubuh


Sedikit lebih "dalem", kesehatan mental !

Rabu, 30 September 2015

Pojok Tetangga - Sebuah Catatan Kehidupan

"Rumput di halaman tetangga selalu kelihatan lebih hijau di bandingkan dengan halaman rumah sendiri"

Indahnya halaman rumah sebelah
Suburnya tanaman di sana
Sejuk dan tenangnya suara gemercik air

Bersih dan asri
Seakan nggak ada masalah
Seakan semua baik-baik saja......

Pepatah itu kerasa kebenarannya beberapa tahun belakangan ini, sobat

Terbukti dari banyak nya permintaan yang datang agar diterbitkan autobiografi perjalanan kehidupan seorang single parent yang tampaknya memiliki segalanya.

Rabu, 23 September 2015

Orang Orang Kaya di Pulau


Oleh : Ifan Winarno


Kurang dari seminggu lagi Lebaran. Para pemudikpun sudah mulai memadati jalanan menuju kampung halamannya. Otomatis beberapa tempat usaha sudah mulai tutup dan memasang pengumuman di depan.

Tempat cucian motor langganan ku pun malah sudah tutup sejak minggu lalu..
Bahkan warung pecel kesukaan ku malah sudah tutup selama bulan puasa dan menggunakan kesempatan ini untuk renovasi. Renovasi tempat usaha selagi renovasi hati pemiliknya.

.. sepulang dari mengirim pesanan pelanggan di kawasan Kerobokan, akupun memutuskan untuk mencari tempat cuci motor yang masih buka.

Alamak...!!

Rupanya tutupnya beberapa tempat cucian justru membuat antrian motor di tempat-tempat cucian motor lainnya membludak, sampai ada yang menggunakan nomor antrian yang dipasang di motor untuk menghindarkan konflik dalam pelayanan ..

Rabu, 16 September 2015

My Diary : Pay it Forward

Tulisan yang di posting oleh seorang kawan di salah satu sosmed kita, Pay it Forward  tampaknya biasa-biasa aja, nggak ada yang istimewa dehhhhh......

Ah.... itu kan judul film .....
Kisah tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir apa yang akan terjadi jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang di sekitarnya ?

Dan ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya yah ?

Dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi.

Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"

Dimulai dari dirinya sendiri !

Sang ibu, si pemuda gembel, dan seorang teman sekelasnya

Sebagai pengganti "You are welcome", Trevor selalu membalas ucapan terimakasih yang diterimanya itu dengan tiga kata lainnya : "Pay it forward"

Sekilas kayak sistem pemasaran yang lagi ngetrend
sepuluh tahun terakhir ini, kawan,
Multi Level Marketing, atau disingkat MLM.

Mirip juga kayak surat berantai atau money game yah?

Dimulai dari tiga orang
yang masing-masing mengajak tiga orang juga,
jadilah sembilan.

Dari sembilan orang tersebut,
masing-masing mengajak tiga orang lagi,
jadilah duapuluhtujuh.

Duapuluhtujuh menjadi delapanpuluhsatu .....
duaratusempatpuluhtiga......
tujuhratusduapuluhsembilan ......
dan seterusnya..

Yang diberi nggak perlu selalu uang atau materi, kawan.

Bukan juga sebuah produk atau ajakan untuk membeli sesuatu.

Tapi senyuman,
ucapan selamat pagi,  
"Very good morning",
sekelumit doa "God bless you",
secuil perhatian,
setetes bantuan......

sebuah aura positif, guys !
Itu lebih dari cukup !

Wow, will be so owesome lhooooooo.....

Nggak perlu sepanjang hari dehhhh......... satu jam aja !
Nggak perlu sepanjang minggu
Nggak usah sepanjang bulan, minggu, taon.....
bahkan nggak perlu seumur hidup kita kok....


Percaya apa nggak, semua itu akan kembali kepada kita lhooo.....

Coba inget-inget,
pernah nggak kita ditolong ama orang
yang nggak kita sangka sama sekali?

Atau mendapatkan senyum manis
dari seseorang yang secara kebetulan papasan di mall ?

Bahkan mendapatkan limaratus perak dari tukang roti
yang nggak punya kembalian dari roti yang kita bayar ?


Itu adalah hasil dari perbuatan kita di masa lalu, kawan !

Dan ketika kita mendapatkan sebuah ucapan terima kasih
dari bibir yang gemetar menahan air mata haru,
dengan mata yang berkaca-kaca penuh ucapan syukur,
yukkkk.... kita titipkan pesan kepadanya :
PAY IT FORWARD, balaskan ke yang lainnya.....

Orang itu pun akan senang melakukannya lhoooo.....
soalnya dia menerima kebaikan kita itu dengan gratis !!

Terbayang apa yang akan terjadi kan ?!

Dunia akan bebas dari perselisihan, sobat !!
Nggak akan ada lagi dendam, benci, iri, prasangka buruk, sakit ati..... karena semua orang memancarkan aura positif yang bersifat menular itu !!

wowwww...... indahnya hidup ini ..... 
Banyak teman, sahabat, saudara, rekan..... hmmmmm..... bukankah itu adalah impian kita semua, sobat ??


Mungkinkah saat kita terkagum-kagum 
menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, 
dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan 
bagaimana cara untuk mengungkapkan 
rasa terima kasih kepadaNya, 
jawaban Tuhan hanya sesederhana ini

"PAY IT FORWARD"

Senin, 31 Agustus 2015

Rahasia Kekuatan Cium Tangan dan Kening


"Cium tangan ? Cium kening ? Apaan sih ?"

Di dalam budaya Barat, cium tangan dan kening memang bukan sebuah kebiasaan, guys....

Yang lebih sering terjadi sebuah keinginan dari dalam hati, sebuah dorongan untuk melakukannya, tanpa beban.

Karena setelah mencium tangan atau kening pasangannya, ada ketenangan di sana, ada sukacita, ada kegembiraan, ada semangat, dan semua hal positif lainnya !

Bahkan di belahan bumi sebelah sono itu,  justru wanitalah yang mendapatkan kecupan di tangan nya itu dari pasangannya lho..... sebagai tanda kagum, hormat dan penghargaan darinya, dengan cara yang sangat sopan dan lembut.....

Rabu, 19 Agustus 2015

Mengenal Arti SILATURAHMI


Masih dalam suasana hari raya lebaran, sobat, hari raya saudara kita kaum muslimin.

Undangan halal bihalal, masih saja berdatangan, baik lewat undangan lisan, tulisan, digital, ataupun sekedar kabar burung. Suatu fenomena yang mungkin kini telah menjadi fenomena nasional dan menjadi milik bangsa Indonesia. "Sudah tradisi......"

Halal bihalal merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang dilakukan sesudah hari lebaran.  

Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling berbagi kasih sayang pasca lebaran. Halal bihalal merupakan peristiwa penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok. Dalam kacamata Islam, halal bihalal bertujuan untuk menghormati sesama manusia dalam bingkai silaturahmi.

Mencoba memahami arti sebenarnya dari tradisi ini, penulis mencoba "berwisata" ke departemen lain : Syariah Unit !!

Ternyata, guys..... mengenal arti dari hala bihalal itu bisa dilihar dari dua pendekatan yang berbeda lhooo.....

Senin, 10 Agustus 2015

Belajar Mancing yukkkkk............

Mancing ??
Wowwwww...... mimpi kali yeeeee......

Ingatan penulis pun tergulung ke puluhan tahun lalu
Ketika merengek ikut paman berangkat sore hanya untuk mancing
Ketika sakit ati ini karena nggak diijinkan dengan alasan kesehatan

Ntar sakit, masuk angin
Ntar capek
Ntar kedinginan
Ntar.......


Dan seribu "ntar" lainnya, biiiuhhhhhh.............
Jadi nggak berani berharap lagi dehhhh...... daripada sakit ati....

Dan tahun pun bergulir, kesempatan untuk itupun terlewati beberapa kali
Ada aja penghalangnya, dan selalu berkaitan dengan waktu yang terbatas

Sampai satu kali......
Sebuah kebetulan membawa penulis menikmati saat-saat bareng seorang mancing mania, walau hanya sekedar mancing amatiran.

Rabu, 08 Juli 2015

"A Cup of Coffee" Untuk Yang Di Tembok

Dibagikan oleh : Ifan Winarno


Melihat mesin kopi yang rusak di cafe resort ini mengingatkanku pada kisah sebuah coffee shop di Venesia..


Kala itu, hari sudah sore ketika Joy memasuki coffee shop di Venesia untuk menikmati secangkir kopi penghilang rasa penatnya.

Satu cup kopi hitam tanpa gula dipesannya

Pelayan coffee shop itu melayaninya  dengan penuh senyum dan satu cup kopi hitam tanpa gulapun disajikan setelah Joy membayarnya

Benar-benar nikmat rasa kopi itu.

Selagi asyik menikmatinya, seorang laki-laki perlente  memasuki coffee shop itu dan menyapa sang pelayan..

Senin, 29 Juni 2015

Marhaban Ya Ramadan


Bulan Ramadan...
Bulan yang suci lagi mulia diantara bulan-bulan yang lainnya. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan pengampunan. 

Bulan yang dinantikan seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Ditunggu kedatangannya dengan penuh suka cita. 

Ada malam “lailatul qadr” didalamnya. “Lailatul qodri khoirun min alfi sahr” , malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam yang penuh dengan kemuliaan.

Ada tradisi mewarnai jelang kehadirannya