Tampilkan postingan dengan label sanmar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sanmar. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2018

Zr. M. Theresella Karti, SPM, M. Pd - Kepala Sekolah Jaman Now


"Mom.....  Bikin tulisan tentang Zr.  Theresella dong"

Teriakan itu menggelitik naluri penulis.
Penulis pun terhenyak.
Biuhhhhh..... 
Temen kita di sini ada yang jadi biarawati ?
Jawaban spontan pun keluar,
"Ya kalah hawaaaaaa, dong......."

Usut punya usut.
Tanya punya tanya.
Cerita punya cerita.....
Artikel ini pun dipersembahkan untuk sang biarawati itu.

Zr.  M Theresella Karti,  SPM,  M. Pd.

Anak asrama itu ternyata hari ini adalah kepala sekolah SMAK St.  Maria Malang,  sekolah kebanggaan kita.

Dia bukan salah satu guru yang pernah mengajar kita.
Dia juga bukan teman kita.
Hanya sebagian dari kita pernah merasakan tinggal satu atap bersama nya.

Jumat, 22 Januari 2016

The Soldier : F A R I A T I

Dalam beberapa periode di tapak kehidupan ini, keterbatasan fisik  dan mental menunjukkan keberadaannya, sobat, memaksa kita untuk sejenak berhenti melangkah, menahan antusiasm dan semangat yang membara, bahkan kadang sanggup memadamkan api di dalam diri ini.

Dan di saat itulah, selalu ada malaikat yang dikirim Sang Pencipta Hidup untuk kembali menguatkan kita.  Ada pasangan kita, ada sahabat kita, ada keluarga kita, ada dia yang perduli.

"Your problem is mine"

Ugggghhh..... serasa melayang kan ?!
Benar -benar kalimat penyemangat lhoooo....

Apalagi di saat usia semakin beranjak naik
Kelemahan fisik nggak mungkin kita hindari lagi kan?!

Bagi beberapa orang yang memilih hidup sendiri,

bergabung di sebuah komunitas yang memiliki banyak persamaan, membuktikan bahwa mereka pun merupakan makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam hidupnya.

Jumat, 04 Desember 2015

The Soldier : AGNES ELMI IDAJATI



Beberapa kali kesempatan, sekian kali itu pula penulis melewatkan saran beberapa kawan untuk bertemu dengan sohib kita yang satu ini, AGNES ELMI.

Tanpa perlu mencari alasan kesibukan, seribu rasa bersalah menerobos masuk, sobat.

Bogor memang bukan sebuah kota tujuan untuk sebagian besar kita, karena berada di antara dua kota besar, Jakarta dan Bandung.
Tapi di sana ada Sang Soldier !!


Alhasil... 

Setelah sempat menunda pertemuan yang sudah disepakati pada suatu malam di bulan Oktober yang panas... 

Di hari berikutnya, selepas kesibukan lain yang menggunung, sedikit mengambil resiko dirasani elek, penulis mengundang nya di malam hari, ketika sebagian besar orang sudah berada di kamar mereka masing-masing, siap untuk meluncur ke dunia lain..... :)

Jumat, 27 November 2015

The Soldier : SANDRA SARAH


Mendengar namanya dari seorang teman untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun...

Ingatan penulis segera menyambar gambaran tentang seorang gadis yang nggak terlalu tinggi, putih, ayu, namun dominan di kelas, seorang bintang kelas selama tiga tahun menjadi keluarga besar SMAK St Maria Langsep, Malang ini.

Sandra Sarah

Siapa yang bisa lupa akan sosok yang satu ini, sobat ?

Ramah, bersahabat, periang, penuh ide

Nggak pernah menolak untuk berbagi ilmu...
Bahkan nggak bisa menolak meminjamkan bukunya walau besok mo ulangan !

Astaga !
Kemana aja dia selama ini ?

Jumat, 20 November 2015

The Soldier : DJULIATIE SUTRISNO


Belanja online.
Kayaknya semua bisnis dah mengarah ke sana deh.


Buat kita-kita yang nggak suka window shopping, fasilitas belanja online menjadi favourite, kawan.


Mulai dari barang-barang mewah sampai tusuk gigi ada di sana, baik yang berasal dari negara antah berantah sampai yang, ternyata, ada di kampung tetangga !
 
Tinggal searching aja di browser kita, undangan untuk sekedar meng klik website mereka pun nggak memerlukan effort lebih untuk menerimanya lho.....


Toko online marak di dunia yang satu ini.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan,
Fasilitas bayar di tempat, penukaran barang, pengiriman super cepat... biiiuhhhhh.......
Bayarnya pun cukup tinggal main jemari !
Belum gajian ? Kartu kredit memberikan banyak sekali kemudahan !

Jumat, 13 November 2015

The Soldier : HERLAMBANG Hok Lay

Jember ?


Biuuhhhh..... bukan kota asing buat penulis, sobat. Secara berkala, kota yang masuk ke dalam kategori Hot Prospectus ini ada di dalam buku agenda.

"Mampiro ke Hok Lay !" saran beberapa sahabat alumni


Nama itu nggak asing dehhhh..... Congratulation, buddy !! Nggak banyak nama yang masih diingat lho..... apalagi dengan nama lain mu : HERLAMBANG. Anak IPS, lagi !

Sosok remaja putra bercelana seragam abu-abu tergambar dengan jelas dalam memory ini, sobat. Gaya bicaranya, bahasa tubuhnya, ekspresi wajahnya, bahkan senyumannya !


Herlambang, duduk nomor 4 dari kiri


Tapi apa masih tetap sama seperti tiga puluh tahun lalu yah?


Nggak pernah ada kesempatan untuk bertemu dengan lelaki yang satu ini, kawan, bahkan setelah puluhan kali berkunjung ke kotanya.

Sampai satu kali.......
Tiba-tiba saja sosoknya muncul, hanya sejauh jabatan tangan !



Herlambang alias Hok Lay !


Dan penulis pun terkesima beberapa detik
Dia masih Herlambang yang dulu, kawan !
Walau tampak jauh lebih dewasa, tentu saja
Kelelahan tergores jelas di raut wajahnya

Perjalanan panjang yang dilaluinya bersama sang waktu, mampu menghapus ingatan akan kenakalan masa remajanya.

Keringat yang tercurah
Air mata yang tertumpah
Seakan terkubur 
bersama raga perempuan yang mempertaruhkan nyawa nya 
demi putri tunggal mereka

Yahh...... Pengusaha kota kecil ini setia mendampingi kekasih nya melewati hari-hari terberatnya, sobat

Berada di sisinya
Mendekap nya erat di dalam perjuangan nya melawan sang penyakit
Mengusahakan segala cara demi ceria dan tawanya
Sampai akhirnya Sang Pemberi Hidup lah yang berkuasa

Sakit ? Kehilangan ? Terluka ?
Sudah pasti !

Tapi lelaki ini nggak berdiam diri, guys !

Hari-hari berikutnya masih menanti
Mentari masih tetap setia menyapa
Setiap pagi, tanpa bosan dan lelah

Nggak ada alasan lagi untuk tetap meratap !
Bangkit lagi !
Berdiri lagi !
Melangkah lagi !
Bersama sang buah hati .....


Soldier,

Hidup memang tidak pernah mudah
Setiap langkah yang diambil
Adalah penentu masa depan
Dan setiap jejak yang terukir
Bagaikan bait-bait sebuah pembelajaran
Bukan sebuah keputusan yang mudah
namun cinta dan tanggungjawab memantapkan pilihannya
  
The life must go on
Cause the future is there


Kehidupan terus berjalan
Karena ada masa depan di sana


Tetap bangkit, sahabat
Never ever give up

We love you
We support you

Jumat, 06 November 2015

The Soldier : OEI YUN FIN


Sekelebat sosok seorang gadis anggun lewat dihadapanku... 

Sosok yang asing, 
namun kutahu sesama alumni Sanmar'86.

Selain kulitnya yang putih ternyata, 
rupawan pula parasnya.. 

Belakangan baru kutahu, 
Oei Yun Fin namanya. 
Cukup singkat namun gampang diingat. 

Setelah kenal, 
baru  tahu kalau si rupawan ini selain baik hati, 
ramah juga jauh dari sifat sombong, 
memel guyonnya 
dan selalu riang pembawaannya.

Menyelesaikan kuliahnya di Peternakan Universitas Brawijaya lewat jalur prestasi, atau PMDK, di jamannya dulu, wanita ini mengaku "nggak sengaja", karena dimulai dari jurus "coba-coba"

Gak sengojo milih jurusan iku..."  

Jumat, 23 Oktober 2015

The Soldier : INDRI KRISTINAWATI


INDRI KRISTINAWATI

Begitulah nama lengkap perempuan kelahiran Malang ini.
Cukup dengan panggilan Indri, sebagian dari kita memanggilnya. Sosok yang hampir dikatakan pendiam, sederhana dan baik hati.

Saking pendiamnya, nggak banyak yang bisa penulis ketahui tentang sosok yang satu ini, walau berkali-kali kesempatan datang untuk berbicara banyak ( atau kudu belajar jebakan batman nih ? hehehehehe...... )

Anyway, bekerjasama dengan nya dalam satu kesempatan ngegarap even yang ditunggu ratusan orang, benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam lhoooo.....


Reuni Sanmar 2014 lalu....

Yahhh......Di sanalah kami bekerjasama dan menghabiskan banyak waktu bareng wanita mungil ini.

Walau bukan satu-satunya acara kebersamaan alumni yang tergelar sampai sejauh ini,
mungkin tidak banyak yang tahu bahwa wanita sederhana ini adalah salah satu orang yang mensukseskan acara kita itu, sobat.

Bahkan pemilihan tempat, acara, sampai ke tema, adalah hasil pemikirannya !

Jumat, 16 Oktober 2015

The Soldier : BOEDI HARTONO

Selalu hadir di setiap agenda kumpul poro konco !

Itulah kesan pertama penulis tentang lelaki yang satu ini, sobat

Nggak perduli dari golongan mana,
kayaknya nggak pernah ada moment tanpa kehadirannya.

Apalagi kalau ada sahabat dari jauh, dia akan siap meluncur !

Beberapa kali kesempatan terlewat begitu saja untuk lebih mengenal lelaki yang satu ini, sobat, membuat setan kecil bernama penasaran itu kembali mengintip. Siapa sih dia ?

Pendiam ?
Nggak juga sih....

Atau mungkin semacam mesin diesel yang panasnya lama yah?
Bukan pintu yang nggak bakal ada suaranya kalau nggak akan diketuk kan ?! hehehehehe..... Peace, bro....................


Melirik album masa mudanya dulu pun, nggak mampu membuat penulis ingat tentang pemilik usaha ini, kawan.

Anyway, sedikit menghibur diri, penulis pun memutuskan untuk nggak perlu mencari tahu Who He Was, tapi justru Who He Is.

Dan jebakan batman pun dipasang.
Membuat decakan kekaguman pun keluar dari mulut ini, sobat

BOEDIHARTONO

Menghabiskan hari-harinya di kota Malang bersama sang belahan nyawanya, keluarga yang dibangun belasan  tahun ini benar-benar di nakhodai oleh seseorang yang bekomitmen tinggi, guys !

Bukan sebuah situasi yang mudah, sobat, ketika impian membangun sebuah keluarga utuh yang dimeriahkan oleh celotehan anak-anak, harus terkubur bersama dengan sang waktu, entah sampai kapan.

Yahhhh......

Hanya lelaki yang bertanggungjawab, jujur, setia dan tulus saja lah yang dapat menerima keadaan ini, kawan, dan beruntunglah kita karena memiliki seorang BOEDI HARTONO.

Soldier,

Mempertahankan sebuah prinsip di antara hingar bingarnya sebuah eksistensi diri yang dikumandangkan, bukanlah sesuatu yang mudah.

Beberapa nasihat yang tampaknya layak dipertimbangkan pun kadang mampu membelokkan arah.

Ketegaran hati lah yang mampu mengembalikan arah kemudi
Kebulatan tekad lah yang sanggup menciptakan  surgawi ini

Luar biasa !!


Keep fighting, buddy
we love you
and we always support you


Rabu, 07 Oktober 2015

Forever Young Sanmarita

Memang kalau sudah dirindukan untuk bisa bertemu dengan para sahabat lama dan itu terlaksana adalah merupakan suatu kebahagian yang ternilai harganya.  Apalagi itu adalah sahabat kita. 

Pasti terbayang dalam benak kita seperti apa sih sahabatku nanti bila aku bertemu dengannya

Apakah masih tetap atau malah bikin "pangling" karena sudah berubah menjadi "umel" alias sedikit montok ? Apakah dia juga masih mengenal saya....?  Ahh.... Biarlah saat bertemu nanti kita lihat bagaimana sih dia

Ponsel terus digenggaman sesekali terus memantau sahabat sahabat yang juga sedang meluncur ke lokasi. Masuk satu kabar, "Sudah meluncur ke TKP"   Berita yang satunya lagi, "OTW subuh karena ada sedikit urusan luar kota"  

Dan bro kita ini berharap nantinya bisa bergabung siang ini di lokasi yang telah kami tentukan... walau akhirnya sahabatku ini gagal bergabung.
".....Macet reeek di Batu" keluh Hokgin  di chatting group.
Okey guys ..."Ora opo opo,  hati hati di jalan..." kami mencoba menghiburnya agar tidak terlalu kecewa.

Jumat, 02 Oktober 2015

The Soldier : EDDY HARYANTO

Nggak sulit mengenali lelaki ini setelah berpisah lebih dari dua puluh tahun, sobat.
Perawakannya, Bahasa tubuhnya, Cara jalannya, Senyumnya
Bahkan kebiasaannya menggerakkan jari-jarinya pun masih tetap sama !


Menghabiskan tahun-tahun di bangku kuliah bersamanya di kota tercinta kita ini, sungguh meninggalkan kesan yang sulit dilupakan, guys.....

Kenakalan wajar seorang anak remaja
Terukir nyata di memori ini, sobat
Gurauannya, isengnya, candanya
Cinta monyetnya

Ughhhh......

Tahun-tahun panjang yang telah berlalu,  semakin mempertajam terbentuknya karakter lelaki ini, kawan, bagaikan sebongkah batu yang telah diasah menjadi batu mahal berharga jutaan rupiah !

Sungguh mempesona !

Jumat, 25 September 2015

The Soldier : OEI GING ENG

Datang dengan guratan kelelahan di sebuah resto di kota tahu, Kediri, sosok lelaki di ujung empatpuluhan ini, menyapa dengan senyumnya yang khas, mengingatkan kita pada senyum Sang God Gambler, Chow Yun Fat.

Tinggi, besar, gagah

Dan senyum yang nggak pernah lepas di wajahnya
Berpadu sempurna di dalam kharisma nya, sobat

Antara ketampanan, kegagahan, dan  keramahtamahan seorang pemain karakter dengan ketegasan dan kedisiplinan seorang jendral negeri ini, The Smiling General.

Nggak pernah kenal sebelumnya, apalagi memiliki kenangan bersamanya, nama ini cukup familiar, sahabat.


Bersama Djoewita dan putranya
OEI GING ENG

Siapa lelaki ini ?

Nggak usah bilang agenda kumpul bareng dah,
setiap sobat Sanmar pasti akan ditemuinya bila ada kesempatan mampir ke kotanya, kawan.

Padahal, sebagai Asisten Kepala Bagian Pengadaan Bahan Baku,  yang konon hanya diisi oleh karyawan karyawan pilihan karena sangat penting dan rawan, dari
sebuah perusahaan yang menjadi jantung kota ini, tugas, kewajiban dan tanggungjawabnya bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan lho...

Kebayang kan, apa jadinya kalo bahan baku sampai terlambat datang ?

Produksi akan berhenti, sobat !
Mulai dari preparation, sampai dengan packaging.
Mandeg jegreg

Bareng Bambang "Chomez" Yunarko dan Frida Kusumo
Ribuan buruh akan kehilangan pekerjaannya
Ratusan ribu anak usia sekolah akan terancam pendidikannya

Ratusan toko akan berada di ambang kebangkrutan
Ekonomi   terjun bebas

Dan kota ini akan menjadi kota mati !!

Biiiuhhhh......

Benar-benar tanggungjawab yang besar !

Tapi diluangkannya juga waktunya untuk menemui sahabat masa mudanya lho guys, walau sebenarnya lelaki yang mengawali karier sebagai staff accounting dan sempat menjadi senior auditor ini  memiliki banyak alasan yang dapat dimengerti untuk tidak melakukannya !

Luar biasa !

Tampak nyata, persahabatan, kekeluargaan dan persaudaraan menempati prioritas utama dalam kehidupannya, sobat.

Bukan pekerjaan dan materi
Bukan juga kedudukan dan pangkat

Penganut falsafah Jawa, Alon Alon Waton Kelakon   ini, bisa melihat sebongkah keperdulian yang nggak ternilaidatang dari secuil waktu luangnya

menganut falsafah Alon Alonn Waton Kelakon dimana filosofi ini mengisyratkan tentang KEHATI-HATIAN, WASPADA, ISTIQOMAH, ULET DAN SELAMAT dalam bekerja , 

Bukan main !

Soldier,

Seorang anak gadis dengan dua orang putra yang masih usia sekolah
Merupakan karunia yang menakjubkan dalam kehidupanmu
Anugrah yang tak ternilai
Mujizat yang menjadi realita
Persembahan kekasih pilihan hatimu 

Tanggungjawab yang berlipat
Kewajiban yang menumpuk
Nggak mampu menghapus senyummu

Bahkan justru di sinilah
Kekuatanmu semakin nyata


Tetap tegakkan kepalamu, sobat
Mantapkan langkahmu
Membawa mereka yang kau cintai
Melalui tangga-tangga pengalaman

Because We love you,

Our Smiling Buddy





Senin, 14 September 2015

Awal Sebuah Canda

Berawal dari chat yang masuk di ponsel penulis, sebuah chat dari Medsos group yang sering kami pakai untuk say hello ke sesama alumni....  

Dengan candaan candaan serta celetukan celetukan yang kadang membuat kita tersenyum senyum sendiri di dalam salah satu chat tersebut ada ajakan seorang sahabat Andi Tasmiko yang menurut penulis ini adalah momentnya dan harus bisa terlaksana karena kita berada di waktu yang tepat. 


Paralayang, Gunung Banyak Pujon Medio 6 September 2015 kami berdua berangkat kesana.

Perjalanan kami tempuh dengan aman dan lancar guys. Lokasi tempat paralayang ini mungkin kalian sudah sering dengar guys bahkan juga sudah pernah kemari juga kan?  Yups tempat wisata yang berada ±40an km dari Malang ini memang sangat cocok untuk dipergunakan sebagai tempat paralayang diapit lembah kiri dan kanan dan latar belakang kota Batu dibawahnya. So Amazing....

Hanya sedikit yang membuat penulis sayangkan adalah jalan menuju lokasi ini masih belum diaspal bagus masih berupa jalanan tanah yang berdebu.

Kalian harus ekstra hati hati ya guys karena selain sempit jalanan ini memiliki tanjakan yang cukup miring dan mematah naik.  Adrenalin bakal terkocok nih...  hehehe semoga kedepannya nanti ini bisa segera dibenahi. 



Kami sampai..... Yessss..
Setelah memarkirkan kendaraan kami coba menaiki jalan setapak menanjak keatas bukit kecil didepan kami, padahal  ada jalan memutar untuk itu,  berasa masih mampu atau ego yah... Kami ambil jalan pintas ini walau berasa juga sih di kaki hahaha... Kami boleh tidak muda lagi tapi jiwa dan semangat kami nggak bakal kalah deh sama yang muda muda.



Udara segar... Angin bertiup sepoi sepoi dingin.... Langit biru jernih... Hamparan pohon pinus dimana mana melengkapi karya sang maha kuasa.  

Taaaadddaaaa.........  Lihat, di depan mu Kota Batu berada jauh dibawah mu...menjadi hiasan nan cantik panaromana alam ini. Berlatar belakang Gunung Panderman yang menggoda seakan akan mengajak kami untuk datang lagi berkunjung kesana, dimana 30 tahun lalu kami juga pernah "mbolang" kesana.  

Thank God we're here....





Suasana disini cukup ramai dengan muda mudi nya yang narsis dengan tongsis nya...  Berselfie ria....  Atau pun beramai ramai bersama teman temannya suasana cukup ceria guys.

Kami mencoba mengabadikan beberapa spot yang menurut kami bagus. Oh ya guys ada beberapa warung diatas sini jadi bila kita lapar atau pun sekedar ingin membeli minuman jadi nggak perlu khawatir lagi deh....

Seperti yang aku sampai momentum ini sepertinya nggak boleh dilewatkan guys guess what?  Yups in dia yang aku maksudkan.Di album foto kami 30 tahun yang lalu kami pernah berfoto berdua dengan latar belakang yang hampir mirip dan kami pun mencoba mengulangnya lagi dikesempatan ini...    And this is it....




Kami sudah memulainya dan kami berharap kalian pun bisa guys....  
Bongkar foto foto jadul mu cari lah teman teman mu ajak dia mengulangi bersamamu....

Dan bila itu terjadi ... "just a feeling that can be felt"

Jumat, 11 September 2015

The Soldier : MAX ( NINO ) DARMAWAN

Kecemasan orang tua tentang masa depan anak remajanya bukanlah sesuatu yang luar biasa.

Wajar, amat sangat wajar,
buat para orang tua di manapun berada,
bahkan di negara penganut paham liberalism sekalipun.

Apalagi di negara kita ini,
di angkatan kita ini, kawan.

Pertanyaan-pertanyaan "kuno"
masih saja terdengar.

Kalimat-kalimat yang dulunya kita benci,
mulai keluar dari mulut kita kan?!

"Kapan berkeluarga?"
"Kapan bisa momong cucu nih?"
Biiiuuuhhhh.....

Berharap jawaban memuaskan  ? Sah-sah aja sihhh.....

Tapi dengan adanya era globalisasi, kayaknya kita kudu siap dengan jawaban, yang bisa jadi, "bikin stroke", walaupun baru sekedar wacana dari generasi muda jaman sekarang.

Memang sih, pernikahan selalu diikuti dengan "kewajiban" lain, yaitu memiliki keturunan.
Dan nggak bisa diingkari, perbedaan usia yang terlalu jauh antara orang tua dengan anak, akan menimbulkan masalah lain.

Motto "Mati, Rejeki dan Jodoh ada di tangan Tuhan" nyatanya nggak sanggup menghapuskan kecemasan akan timbulnya masalah lain tersebut. Sehingga, bisnis biro jodoh pun menjamur, sobat !

Beberapa pernikahan cenderung terkesan buru-buru, dan adat ketimuran memaksa banyak pasangan untuk bersandiwara.

Namun, sobat kita yang satu ini memilih untuk mengikuti kata hati dan waktu yang ditetapkan Sang Penciptanya, kawan.


Ditemui di lobby sebuah hotel di kota hujan, Bogor,
NINO, yang ternyata bernama seleb : MAX DARMAWAN,
sungguh mampu mengejutkan penulis dengan datang bersama kedua putranya yang masih usia SD, Clay dan Stephen !

Bersama istrinya yang masih belia, Liena,
Nino tampak menjalani kehidupannya dengan
penuh ucapan syukur, penuh rasa optimisme menatap tahun-tahun mendatang, kawan.

Sulit dibayangkan !

Tapi itulah sang Vice President, walau lebih suka menyebut dirinya Marketing Manager National, yang baru dipromosikan tahun ini, mengiringi kepindahan keluarga muda ini ke kota metropolitan.

Justru di saat sebagian besar angkatan kita ribut dengan keputusan para putra putri mereka pasca sekolah menengah atas, study dan babak kehidupan baru mereka, lelaki ini masih harus menghadapi tingkah polah kedua koboi cilik nya.

Menikmati beberapa menit bersama keluarga ini, kenangan penulispun seakan ditarik mundur ke belasan tahun lalu, sobat

Kalimat-kalimat perintah seorang ayah dan ibu, mendominasi perjalanan kami, sesuatu yang nggak pernah kita lakukan seiring bertambahnya usia anak-anak kan?! Dan hari itu, kental terasa dalam rumah tangga seorang sahabat dari angkatan yang sama dengan kita lho.....


Tampak nyata kepercayaan nya akan Sang Pengatur Kehidupan ini,  sobat !!

Walau terlihat "mengerikan", khususnya dengan kacamata seorang Financial Planner, yang selalu memikirkan produktivity dan financing responsibility,

mengintip kehidupanmu mampu membuktikan, bahwa semua teori akan rontok di hadapan Sang Pencipta !


Luar biasa !!


Soldier,

Di balik sifat pendiam mu,
Kau ajari kami kepercayaan itu
Kau tunjukkan kami penyertaan Nya
Kau beritakan kesetianNya

So amazing !

Keep fighting, buddy
Keep the spirit on !

Pada saatnya nanti, 
biarkan juniormu belajar
Ada DIA di dalam segala perkara

Dan....
Ada sobat yang selalu menemanimu
karena....

We love you
We support you

Jumat, 04 September 2015

The Soldier : DIDIK SETIABOEDI


Postingan salah satu sobat kita di group Sosmed Langsep 86 Malang ini sontak menarik perhatian penulis.

Ketemu Didik di Bali

Didik ? 
Didik temen sekelas waktu SMA dulu ? 
Bener tah ?

Nggak yakin, setelah melalui beberapa tahap, penulis pun membuka jalur komunikasi dengannya.

Ngobrolnya enak, bahasanya gaul, pemikirannya sederhana......
Dilanjutkan dengan mencocokkan waktu buat kopi darat di kota tercinta kita, Malang, liburan panjang bulan Juli yang lalu.

Namanya belum jodoh, kami pun sepakat untuk menundanya di lain waktu. Dan..... Lobby Hotel Kartika Chandra di Jakarta, menjadi saksi pertemuan pertama kami malam itu.

DIDIK SETIABOEDI

Masih seperti yang dulu, tinggi, kurus, ramah, supel, dengan senyum khasnya....

Walau guratan di wajahnya udah berbeda dengan tiga puluh tahun lalu, tapi ingatan penulis cukup kental tentang lelaki yang satu ini.

Cenderung pendiam, susah memulai pembicaraan dengannya, namun pemikiran dewasanya yang jauh melebihi usianya saat itu, sempat mampu mempesona seorang gadis belia, kawan !

Dan itu yang nggak berubah !!
Didik Setiaboedi masih tetap yang dulu !


Ditemani terang bulan bangka
yang sengaja dibelinya
akibat mengintip obrolan di group,
 jam demi jam pun kami lewati di malam itu.

Tanpa menghiraukan udara malam,
atau perjalanan yang cukup jauh untuk bisa
kembali pulang ke Serpong,
tempat tinggalnya sendiri,
bersama motor kesayangannya,
waktu yang disediakan nya bagi seorang kawan lama,
mampu membuktikan keperdulian nya.


Lelah menjalani kehidupan sebagai seorang karyawan yang notabene, semua yang dimilikinya, waktu, tenaga, pikiran, bahkan keluarganya, udah "dibeli" perusahaan, lelaki ini memutuskan untuk beralih ke bisnis...... dan bisnis transportasi pun dilakoninya sampai hari ini.


Dikaruniai dua orang anak gadis yang sudah beranjak dewasa, 
kehidupan metropolitan mampu membuat lelaki ini 
berpikir panjang untuk bertindak dan melangkah 
di dalam mendidik mereka, kawan.

Kekhawatiran seorang ayah terpampang jelas 
ketika bibirnya menyuarakannya, 
walau terbalut dengan tawa dan canda.

Kekhawatiran yang bukan tanpa alasan
Suka tidak suka, siap apa nggak.
Tongkat estafet akan segera beralih



Dalam keadaan seperti itu,
bukanlah Didik Setiaboedi
bila tidak merenungkan kehidupan selanjutnya

Ketika anak-anak beranjak dewasa,
menikah dan membangun keluarganya sendiri
Cermin dari generasi sebelumnya !




"I am not a perfect guy"
Satu lagi bukti kedewasaanmu, kawan

Kita memang nggak pernah tau
Apa yang akan terjadi selanjutnya

Itulah manusia
Jatuh bangun terjadi senantiasa
Tinggal bagaimana kita ingin menutup buku ini
Dalam kejatuhan, atau dalam kebangkitan

Soldier,

Life is not easy
Tapi tersenyumlah,
Karena di sanalah kemenanganmu
 Karena kaulah kebanggaan bagi putri-putrimu
Bagi dia yang kau cintai
Bagi keluarga yang kau bangun
dengan cinta dan kebijaksanaan
seorang Didik Setiaboedi....

You are so wonderful !!


We love you, buddy....
And we always support you



Jumat, 28 Agustus 2015

The Soldier : BERNADETH IDA SETIANA


oleh : Liliek Noviani

Ida..... 
Sebuah panggilan akrab dari seorang wanita asal Lumajang, 
Bernadeth Ida Setiana. 

Sosok yang tomboy, cuek, dan ceplas ceplos melekat erat pada dirinya. Tercatat sebagai salah seorang anak asuh suster Yulia. 


Ya....,selama di Sanmar dia tinggal di asrama yang tidak jauh dari sekolah, yang diasuh oleh suster Yulia. 

Tinggal di asrama tentunya tidak selonggar 
seperti tinggal di tempat kos, so... kalau ada acara diluar jam sekolah, khususnya malam hari, dapat dipastikan dia bakal absen. 

Alhasil 
kalau ada teman-teman 
yang upload foto kenangan jadoel 
alias foto jaman putih abu-abu... 
dia pasti komplein... 

Jumat, 21 Agustus 2015

The Soldier : ALFRED ONDANG

Nggak seperti biasanya, nama ini bukanlah sebuah nama dari teman SMA yang asing buat penulis, kawan.

Walau nggak pernah sekelas, walau berbeda jurusan, walau nggak sama selera......
Sosok seorang ALFRED ONDANG tergambar jelas, sobat !

Nggak terlalu tinggi, ikal, kurus,
dengan logat yang asing.....

Bukan sosok yang mudah diajak bicara selama beberapa menit perjalanan pulang sekolah di bawah terik mentari di tengah hari, setiap hari !

Tapi juga bukan sosok yang gampang untuk dilupakan, kawan !

Dan setelah hampir tiga puluh tahun, suara itu kembali mampir di telinga ini lewat sebuah sarana teknologi.... suara khas Nusa Tenggara Barat, Sumbawa, tempat lelaki pendiam kelahiran Surabaya  ini menghabiskan masa kanak-kanaknya.

Memasuki ajaran baru di tahun, lelaki ini kembali menyeberangi tiga selat dan melintasi tiga buah pulau untuk bisa mengantarkan putra nya menuntut ilmu di kota tercinta kita, Malang.

Tanpa membuang kesempatan yang ada, penulis pun sengaja meluangkan waktu untuk bisa melihatnya kembali, menjabat tangannya, dan melepaskan kerinduan akan senyum khasnya, senyum khas seorang Alfred Ondang, ...... selagi masih ada waktu...........

Dan pertemuan pertama itu, benar-benar di luar dugaan, sobat !!

Bukan seorang anak lelaki kurus dan kecil lagi, namun seorang lelaki dewasa yang tampak jauh lebih matang dan dewasa dibandingkan dengan rekan-rekan sebayanya !

Senyum nya tetap bersemayam di sana lhooo.... walau baru saja menempuh perjalanan panjang yang melelahkan dari Surabaya ke Malang, selama lebih dari 5 jam !!

Sosok yang luar biasa ! Ngangeni, kata orang Jerman.

Terbukti dari banyaknya sahabat yang ingin bertemu dengan nya.

Mulai dari malam pertama tiba di kota dingin ini, sampai tiba kembali ke Surabaya, lelaki ini tampak sibuk meladeni permintaan rekan-rekan masa mudanya untuk bisa sekedar ngopi.

Tengok saja albumnya di KL Tidar Malang, Ayam Goreng Lembah Dieng, Depot Widari dan Cafe Coffe Latte, sampai BonCafe Surabaya !  

Everybody miss him !
karena prinsip nya yang sungguh menyejukkan kita semua, kawan
menjaga keutuhan persahabatan
Dengan semangat kebersamaan !

Ngga heran, kalau kemudian lelaki ini termasuk yang paling antusias bila ada rencana kumpul, guys !! Dan dia amat sangat menyayangkan batalnya agenda pelesir kita.....

Dikenang sebagai sosok yang nggak pernah mau diajak main, selalu pulang ke kost nya setiap usai sekolah, bahkan jarang keliatan nongkrong di kantin bu Selar, ternyata lelaki ini punya hobby ngajakin bolos lhoooo......

Berbekal mobil kesayangannya, bersama beberapa sahabat, "menyasarkan" diri sampai ke pelosok Jember dan sekitarnya, bahkan tanpa tujuan yang pasti, bukan lagi sebuah hal yang luar biasa baginya.

Nakal ? Mungkin !
Atau hanya sebuah ekspresi keingintahuannya yang tinggi saat itu terhadap daerah yang masih asing baginya ? Bisa jadi !


Apapun itu,
keingintahuannya itu pula
yang membawanya dekat
kepada satu dua orang gadis
dari seputar tanah Jawa ini.

Sampai kemudian
pilihannya jatuh kepada seorang gadis dari Solo,
seorang gadis yang kemudian memberikannya
empat orang putra dan seorang putri !

Keluarga yang luar biasa !!

Soldier,

Keputusan untuk memiliki keturunan 
lebih dari dua orang anak pada jaman sekarang, 
bukanlah keputusan yang mudah. 
Apapun alasanmu, 
walau untuk mendapatkan seorang anak gadis, 
sungguh diperlukan sebuah keberanian

Diperlukan kesabaran
Ketulusan
Keikhlasan
Kejujuran
Kesetiaan
Kemurnian kasih
Kesungguhan hati
Kebulatan tekad

Dan kau telah membuktikan
Kau memiliki itu semua !

Habislah kata untuk menggambarkan betapa besar kekaguman kami padamu, buddy

Hanya sekalimat doa 
agar dapat kau wariskan semua nya 
pada putra putrimu kelak, 
hingga tiba saatnya nanti, 
mereka bisa berkata : 
Papaku adalah Papa Terbaik di muka bumi ini.