Rabu, 30 September 2015

Pojok Tetangga - Sebuah Catatan Kehidupan

"Rumput di halaman tetangga selalu kelihatan lebih hijau di bandingkan dengan halaman rumah sendiri"

Indahnya halaman rumah sebelah
Suburnya tanaman di sana
Sejuk dan tenangnya suara gemercik air

Bersih dan asri
Seakan nggak ada masalah
Seakan semua baik-baik saja......

Pepatah itu kerasa kebenarannya beberapa tahun belakangan ini, sobat

Terbukti dari banyak nya permintaan yang datang agar diterbitkan autobiografi perjalanan kehidupan seorang single parent yang tampaknya memiliki segalanya.

Senin, 28 September 2015

Si Simply Gethuk Lindri

Ketika sedang asyik duduk sambil "mainin" gadget... dari jauh samar samar terdengar suara musik dengan langgam jawa nya yang khas sekali. Hmm... ini pasti sejenis cemilan pikirku...  

Ku tunggu sampai mendekat ternyata memang benar adanya, suara tetabuhan dengan lagu nuansa jawa nya semakin jelas dengan dentuman bas yang boleh dibilang kalah kalahin sound system nya mobil keluaran terbaru. Boleh diadu sepertinya, hahaha... 

Sebuah gerobak kecil atau katakanlah seperti etalase kecil dengan kaca di sekelilingnya. Lantas dipasangi roda plus pegangan buat mas nya mendorong. 

Biasa saja seperti halnya penjaja makanan yang lain. Namun yang menjadi perhatian penulis adalah speaker besar yang terpasang di depan gerobak tepat berada dibawah etalasenya, guys. Cukup besar lho ! Dan ini lah sub wofer yang mendentum dengan kerasnya itu. 

Jumat, 25 September 2015

The Soldier : OEI GING ENG

Datang dengan guratan kelelahan di sebuah resto di kota tahu, Kediri, sosok lelaki di ujung empatpuluhan ini, menyapa dengan senyumnya yang khas, mengingatkan kita pada senyum Sang God Gambler, Chow Yun Fat.

Tinggi, besar, gagah

Dan senyum yang nggak pernah lepas di wajahnya
Berpadu sempurna di dalam kharisma nya, sobat

Antara ketampanan, kegagahan, dan  keramahtamahan seorang pemain karakter dengan ketegasan dan kedisiplinan seorang jendral negeri ini, The Smiling General.

Nggak pernah kenal sebelumnya, apalagi memiliki kenangan bersamanya, nama ini cukup familiar, sahabat.


Bersama Djoewita dan putranya
OEI GING ENG

Siapa lelaki ini ?

Nggak usah bilang agenda kumpul bareng dah,
setiap sobat Sanmar pasti akan ditemuinya bila ada kesempatan mampir ke kotanya, kawan.

Padahal, sebagai Asisten Kepala Bagian Pengadaan Bahan Baku,  yang konon hanya diisi oleh karyawan karyawan pilihan karena sangat penting dan rawan, dari
sebuah perusahaan yang menjadi jantung kota ini, tugas, kewajiban dan tanggungjawabnya bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan lho...

Kebayang kan, apa jadinya kalo bahan baku sampai terlambat datang ?

Produksi akan berhenti, sobat !
Mulai dari preparation, sampai dengan packaging.
Mandeg jegreg

Bareng Bambang "Chomez" Yunarko dan Frida Kusumo
Ribuan buruh akan kehilangan pekerjaannya
Ratusan ribu anak usia sekolah akan terancam pendidikannya

Ratusan toko akan berada di ambang kebangkrutan
Ekonomi   terjun bebas

Dan kota ini akan menjadi kota mati !!

Biiiuhhhh......

Benar-benar tanggungjawab yang besar !

Tapi diluangkannya juga waktunya untuk menemui sahabat masa mudanya lho guys, walau sebenarnya lelaki yang mengawali karier sebagai staff accounting dan sempat menjadi senior auditor ini  memiliki banyak alasan yang dapat dimengerti untuk tidak melakukannya !

Luar biasa !

Tampak nyata, persahabatan, kekeluargaan dan persaudaraan menempati prioritas utama dalam kehidupannya, sobat.

Bukan pekerjaan dan materi
Bukan juga kedudukan dan pangkat

Penganut falsafah Jawa, Alon Alon Waton Kelakon   ini, bisa melihat sebongkah keperdulian yang nggak ternilaidatang dari secuil waktu luangnya

menganut falsafah Alon Alonn Waton Kelakon dimana filosofi ini mengisyratkan tentang KEHATI-HATIAN, WASPADA, ISTIQOMAH, ULET DAN SELAMAT dalam bekerja , 

Bukan main !

Soldier,

Seorang anak gadis dengan dua orang putra yang masih usia sekolah
Merupakan karunia yang menakjubkan dalam kehidupanmu
Anugrah yang tak ternilai
Mujizat yang menjadi realita
Persembahan kekasih pilihan hatimu 

Tanggungjawab yang berlipat
Kewajiban yang menumpuk
Nggak mampu menghapus senyummu

Bahkan justru di sinilah
Kekuatanmu semakin nyata


Tetap tegakkan kepalamu, sobat
Mantapkan langkahmu
Membawa mereka yang kau cintai
Melalui tangga-tangga pengalaman

Because We love you,

Our Smiling Buddy





Rabu, 23 September 2015

Orang Orang Kaya di Pulau


Oleh : Ifan Winarno


Kurang dari seminggu lagi Lebaran. Para pemudikpun sudah mulai memadati jalanan menuju kampung halamannya. Otomatis beberapa tempat usaha sudah mulai tutup dan memasang pengumuman di depan.

Tempat cucian motor langganan ku pun malah sudah tutup sejak minggu lalu..
Bahkan warung pecel kesukaan ku malah sudah tutup selama bulan puasa dan menggunakan kesempatan ini untuk renovasi. Renovasi tempat usaha selagi renovasi hati pemiliknya.

.. sepulang dari mengirim pesanan pelanggan di kawasan Kerobokan, akupun memutuskan untuk mencari tempat cuci motor yang masih buka.

Alamak...!!

Rupanya tutupnya beberapa tempat cucian justru membuat antrian motor di tempat-tempat cucian motor lainnya membludak, sampai ada yang menggunakan nomor antrian yang dipasang di motor untuk menghindarkan konflik dalam pelayanan ..

Senin, 21 September 2015

Yang baru dari Malang : STRUDEL

Memalukan !!

Itulah yang pertama kali menyelinap di pikiran ketika suatu saat penulis kedatangan teman dari jauh dan mencari hidangan "khas" Malang tanpa tau apapun tentang hidangan tersebut !!

"Oleh-oleh baru dari Malang, Strudel"

Dan kami pun meluncur di jalanan di pagi menjelang siang tersebut.


Dengan pertimbangan posisi terdekat dan waktu yang tersedia, sampailah kami di salah satu cabang branded itu di depan RS Lavelette Malang.

Pilihan pertama yang terlintas adalah rasa yang dah pasti cocok di lidah untuk sebuah kue pie : pisang coklat.

Gigitan pertama pun tereksekusi, dan.....

Hhhmmmmm...... nothing special

Biasa aja tuhhhh.....

Rabu, 16 September 2015

My Diary : Pay it Forward

Tulisan yang di posting oleh seorang kawan di salah satu sosmed kita, Pay it Forward  tampaknya biasa-biasa aja, nggak ada yang istimewa dehhhhh......

Ah.... itu kan judul film .....
Kisah tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir apa yang akan terjadi jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang di sekitarnya ?

Dan ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya yah ?

Dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi.

Dia menamakan ide tersebut: "PAY IT FORWARD"

Dimulai dari dirinya sendiri !

Sang ibu, si pemuda gembel, dan seorang teman sekelasnya

Sebagai pengganti "You are welcome", Trevor selalu membalas ucapan terimakasih yang diterimanya itu dengan tiga kata lainnya : "Pay it forward"

Sekilas kayak sistem pemasaran yang lagi ngetrend
sepuluh tahun terakhir ini, kawan,
Multi Level Marketing, atau disingkat MLM.

Mirip juga kayak surat berantai atau money game yah?

Dimulai dari tiga orang
yang masing-masing mengajak tiga orang juga,
jadilah sembilan.

Dari sembilan orang tersebut,
masing-masing mengajak tiga orang lagi,
jadilah duapuluhtujuh.

Duapuluhtujuh menjadi delapanpuluhsatu .....
duaratusempatpuluhtiga......
tujuhratusduapuluhsembilan ......
dan seterusnya..

Yang diberi nggak perlu selalu uang atau materi, kawan.

Bukan juga sebuah produk atau ajakan untuk membeli sesuatu.

Tapi senyuman,
ucapan selamat pagi,  
"Very good morning",
sekelumit doa "God bless you",
secuil perhatian,
setetes bantuan......

sebuah aura positif, guys !
Itu lebih dari cukup !

Wow, will be so owesome lhooooooo.....

Nggak perlu sepanjang hari dehhhh......... satu jam aja !
Nggak perlu sepanjang minggu
Nggak usah sepanjang bulan, minggu, taon.....
bahkan nggak perlu seumur hidup kita kok....


Percaya apa nggak, semua itu akan kembali kepada kita lhooo.....

Coba inget-inget,
pernah nggak kita ditolong ama orang
yang nggak kita sangka sama sekali?

Atau mendapatkan senyum manis
dari seseorang yang secara kebetulan papasan di mall ?

Bahkan mendapatkan limaratus perak dari tukang roti
yang nggak punya kembalian dari roti yang kita bayar ?


Itu adalah hasil dari perbuatan kita di masa lalu, kawan !

Dan ketika kita mendapatkan sebuah ucapan terima kasih
dari bibir yang gemetar menahan air mata haru,
dengan mata yang berkaca-kaca penuh ucapan syukur,
yukkkk.... kita titipkan pesan kepadanya :
PAY IT FORWARD, balaskan ke yang lainnya.....

Orang itu pun akan senang melakukannya lhoooo.....
soalnya dia menerima kebaikan kita itu dengan gratis !!

Terbayang apa yang akan terjadi kan ?!

Dunia akan bebas dari perselisihan, sobat !!
Nggak akan ada lagi dendam, benci, iri, prasangka buruk, sakit ati..... karena semua orang memancarkan aura positif yang bersifat menular itu !!

wowwww...... indahnya hidup ini ..... 
Banyak teman, sahabat, saudara, rekan..... hmmmmm..... bukankah itu adalah impian kita semua, sobat ??


Mungkinkah saat kita terkagum-kagum 
menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, 
dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan 
bagaimana cara untuk mengungkapkan 
rasa terima kasih kepadaNya, 
jawaban Tuhan hanya sesederhana ini

"PAY IT FORWARD"

Senin, 14 September 2015

Awal Sebuah Canda

Berawal dari chat yang masuk di ponsel penulis, sebuah chat dari Medsos group yang sering kami pakai untuk say hello ke sesama alumni....  

Dengan candaan candaan serta celetukan celetukan yang kadang membuat kita tersenyum senyum sendiri di dalam salah satu chat tersebut ada ajakan seorang sahabat Andi Tasmiko yang menurut penulis ini adalah momentnya dan harus bisa terlaksana karena kita berada di waktu yang tepat. 


Paralayang, Gunung Banyak Pujon Medio 6 September 2015 kami berdua berangkat kesana.

Perjalanan kami tempuh dengan aman dan lancar guys. Lokasi tempat paralayang ini mungkin kalian sudah sering dengar guys bahkan juga sudah pernah kemari juga kan?  Yups tempat wisata yang berada ±40an km dari Malang ini memang sangat cocok untuk dipergunakan sebagai tempat paralayang diapit lembah kiri dan kanan dan latar belakang kota Batu dibawahnya. So Amazing....

Hanya sedikit yang membuat penulis sayangkan adalah jalan menuju lokasi ini masih belum diaspal bagus masih berupa jalanan tanah yang berdebu.

Kalian harus ekstra hati hati ya guys karena selain sempit jalanan ini memiliki tanjakan yang cukup miring dan mematah naik.  Adrenalin bakal terkocok nih...  hehehe semoga kedepannya nanti ini bisa segera dibenahi. 



Kami sampai..... Yessss..! 
Setelah memarkirkan kendaraan kami coba menaiki jalan setapak menanjak keatas bukit kecil didepan kami, padahal  ada jalan memutar untuk itu,  berasa masih mampu atau ego yah... Kami ambil jalan pintas ini walau berasa juga sih di kaki hahaha... Kami boleh tidak muda lagi tapi jiwa dan semangat kami nggak bakal kalah deh sama yang muda muda.



Udara segar... Angin bertiup sepoi sepoi dingin.... Langit biru jernih... Hamparan pohon pinus dimana mana melengkapi karya sang maha kuasa.  

Taaaadddaaaa.........  Lihat, di depan mu Kota Batu berada jauh dibawah mu...menjadi hiasan nan cantik panaromana alam ini. Berlatar belakang Gunung Panderman yang menggoda seakan akan mengajak kami untuk datang lagi berkunjung kesana, dimana 30 tahun lalu kami juga pernah "mbolang" kesana.  

Thank God we're here....





Suasana disini cukup ramai dengan muda mudi nya yang narsis dengan tongsis nya...  Berselfie ria....  Atau pun beramai ramai bersama teman temannya suasana cukup ceria guys.

Kami mencoba mengabadikan beberapa spot yang menurut kami bagus. Oh ya guys ada beberapa warung diatas sini jadi bila kita lapar atau pun sekedar ingin membeli minuman jadi nggak perlu khawatir lagi deh....

Seperti yang aku sampai momentum ini sepertinya nggak boleh dilewatkan guys guess what?  Yups in dia yang aku maksudkan.Di album foto kami 30 tahun yang lalu kami pernah berfoto berdua dengan latar belakang yang hampir mirip dan kami pun mencoba mengulangnya lagi dikesempatan ini...    And this is it..... 




Kami sudah memulainya dan kami berharap kalian pun bisa guys....  
Bongkar foto foto jadul mu cari lah teman teman mu ajak dia mengulangi bersamamu....

Dan bila itu terjadi ... "just a feeling that can be felt"